Sabtu, 29 Oktober 2011

bukan cinta seperti itu yang aku maksud..

sahabatku, aku memahami apa yang kau rasa..
walau mungkin rasa kasihmu sudah terlalu besar untuk kau pendam kepada kekasihmu...
tapi tetaplah jaga kesucian cintamu tertutup rapat dalam istiqomahmu..
tak pernah bosan aku menegurmu dalam kekhilafanmu..
sebagaimana tak pernah bosan kau mengingatkanku sewaktu dulu agar tetap isqomah dijalanNYa..
persahabatan kita adalah karena Allah,
jadi aku tak rela jika kau terjerumus dalam jalan yang tak diridhoiNya..

tapi tampaknya kau salah dalam memahami makna cinta sesungguhnya..
memang tempo hari, aku pernah memberikan penjelasan seputar cinta..
tapi bukan cinta seperti itulah yang aku maksudkan..

tidak sahabat baikku..bukan cinta seperti itu yang aku maksud..
bukan cinta yang sering kita jumpai dijalanan, dimana semua orang tak lagi tampak malu mengekspresikan cinta mereka di tempat umum..
bukan cinta yang mengumbar banyak janji tanpa kesungguhan hati..
apalagi hanya sekedar rayuan-rayuan basi..


sahabat baikku,
cinta yang kumaksud itu..
bukan pula cinta yang hanya sekedar mengikat janji semu,
janji yang tak ada tuntunan nya dalam agama kita..


sahabat, sering kita temui dan kita lihat, begitu banyaknya anak muda atau bahkan orang yang sudah berumur acapkali salah dalam memahami cinta yang mereka rasakan..
mereka memahami cinta sebatas kulit luarnya saja,
sebatas apa yang sering media-media kafir propagandakan kepada kita..
lewat lagu-lagu merusak hati, tayangan televisi dan film yang merusak akal sehat..
mereka menelan mentah-mentah semua itu..
tanpa menyesuaikan terlebih dahulu dengan apa yang ada dalam ajaran islam yang fitrah ini..


seringkali karena cinta yang mereka rasa, mereka slalu ingin rasanya berdua saja dengan orang yang mereka cinta..
seringkali rasa rindu yang sangat menyerang mereka, dan mereka pun mengobatinya dengan bertemu sang kekasih hati mereka itu..


apakah itu benar dapat mengobati rasa rindu yang mereka rasakan?
tidak itu sama sekali tidak benar, karena pertemuan2 dengan kekasih hanya malah akan membuat beban hati mereka semakin berat saja dan semakin tersiksa,
saya teringat akan sabda Rasullullah SAW


“Pandangan mata itu (laksana) anak panah beracun dari berbagai macam anak panah Iblis. Barang siapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita, maka Allah mewariskan kelezatan di dalam hatinya, yang akan dia dapatkan hingga hari ia bertemu dengan Tuhannya.” (HR Ahmad)


jadi jelas sahabatku, bukan cinta seperti itu yang aku maksud, karena justeru cinta seperti itu akan malah membuat hati ini semakin gelisah dan malah akan menjerumuskan kita kepada kemaksiatan lebih dalam..


jadilah mereka..memahami cinta memanglah seperti apa yang tampak dalam media-media kafir itu..
dan hasilnya?
cinta itu telah banyak disekitar kehidupan kita, tampak jelas dalam taman-taman kota kita..
berdua memadu kasih dalam kegelapan taman kota, atau berdua memadu kasih dalam rapatnya kamar kost-kostan,
berdua memadu kasih dalam aktivitas belajar di kampus atau sekolah atau tempat kerjanya atau
berdua memadu kasih atas nama kasih sayang semu dan palsu..

padahal telah jelas sabda Rasul SAW tentang hal ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar